Viral di Medsos, Polres Malang Tahan Tersangka Pencabulan di Kecamatan Dau

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Malang (beritajatim.com) – Polres Malang telah menetapkan status tersangka terhadap terduga pelaku pencabulan pada seorang remaja putri di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kejadian tersebut sempat viral dan menjadi perbincangan setelah diunggah di media sosial.

Kasubsipenmas Humas Polres Malang Ipda Dicka Ermantara menyampaikan bahwa pelaku berinisial SA (31), laki-laki asal Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Sementara korban berinisial S (19), wanita Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, nan tinggal di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

“Terkait dugaan kasus pencabulan di Kecamatan Dau, kami sudah tindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan saat ini pelaku sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan,” ungkap Ipda Dicka saat dikonfirmasi di Polres Malang, Kamis (8/2/2024).

Dicka menjelaskan, peristiwa tragis itu berasal saat SA berjamu ke warung tempat korban bekerja pada Sabtu (3/2/2024) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, dia meminta tolong kepada korban untuk menumpang salat magrib di dalam warung.

Setelah diperbolehkan, korban kemudian mengantar SA ke belakang rumah untuk mengambil air wudhu. Namun, situasi berubah drastis saat SA, nan meminjam kain sarung dari korban, mendekati dan berupaya mencium pipi korban.

Korban sontak meronta dan berteriak, namun SA mencekik leher korban hingga terjatuh dan menindihnya. Beruntung, ada saksi nan mendengar keributan lampau menghampiri dan sukses mendorong pelaku sehingga korban dapat melarikan diri.

“Korban keluar rumah mencari pertolongan, sedangkan pelaku berupaya melarikan diri melalui pintu belakang rumah,” jelasnya.

Dicka menjelaskan, nan mendengar teriakan korban kemudian sempat mencari hingga sukses mengamankan pelaku kemudian menyerahkannya kepada petugas kepolisian Polsek Dau. Pelaku dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang guna proses investigasi lebih lanjut.

Dari haril pemeriksaan, SA mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku khilaf saat memandang korban dalam keadaan sendirian dan suasana saat itu sedang sunyi sehingga gelap mata.

Kini SA telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Rutan Polres Malang. Tersangka dijerat Pasal 289 KUHPidana Jo Pasal 6 huruf a UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Jo 351 KUHP.

“Sudah proses dan ditahan, ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun pidana penjara,” pungkasnya. [yog/suf]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim