JAKA Dukung Penuh Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Surabaya (beritajatim.com) – Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA) menyatakan support penuh atas keputusan Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD, mundur dari kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mahfud telah menyatakan secara resmi mundur dari posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) di Kabinet Indonesia Maju.

Ketua JAKA Teguh Prihandoko menyatakan, sebagai salah seorang kontestan di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres), langkah Mahfud ini tepat dan bijak. Keputusan tersebut semestinya juga diikuti semua kontestan Capres dan Cawapres lainnya nan tetap menduduki kedudukan di pemerintahan.

“Ini bukan soal patut alias tidak patut. Tapi ini adalah langkah nan bijak dan negarawan nan ditempuh Pak Mahfud MD. Apalagi argumen beliau mundur lantaran demi menghindari bentrok kepentingan di Pilpres 2024,” kata Teguh saat dikonfirmasi, Kamis (1/2/2024).

Alasan Mahfud mundur ini, kata alumnus Universitas Airlangga (Unair) ini, sangatlah tepat. Sebab jika seorang capres dan cawapres tetap menduduki kedudukan tertentu, dikhawatirkan bakal memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi.

“Pak Mahfud MD sebagai orang nan sangat bersih dari perilaku KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), tentu sangat mengerti bakal perihal itu. Beliau tidak mau memanfaatkan jabatannya untuk kepentingannya. Makanya kami dukung 1000 persen Pak Mahfud MD mundur dari kabinetnya Pak Jokowi,” ungkapnya.

Teguh mengatakan, Mahfud MD merupakan sosok nan sangat alim terhadap konstitusi dan mempunyai etika nan sangat bagus. Hal itu dibuktikan dengan rencana mau bertemunya Mahfud MD dengan Presiden Jokowi sebagai orang nan mengangkatnya sebagai menteri.

“Pak Mahfud bilang, beliau dulu diangkat dengan terhormat, menerima pengangkatan dengan hormat. Maka dia pun bakal pamit dengan penuh kehormatan kepada Presiden. Itu sebuah langkah nan sangat bijak dan negarawan,” katanya.

Rekam jejak laki-laki kelahiran Sampang, Madura pada 13 Mei 1957 ini sangatlah panjang. Dia mempunyai karir nan cukup cemerlang. Mahfud merupakan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Berbagai posisi menteri pernah dia jabat. Mulai dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Menteri Pertahanan di era Gus Dur, hingga dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menkopolhukam.

Mahfud MD juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013. Ia juga pernah menjadi wakil rakyat nan duduk di Komisi III DPR RI. Sehingga, Mahfud adalah sosok nan matang pengalaman di eksekutif, yudikatif dan legislatif. [tok/beq]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑