Distribusi Logistik ke Kepulauan Sumenep, Petugas Panggul Kotak Suara

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sumenep (beritajatim.com) – Pendistribusian logistik Pemilu ke desa-desa terpencil di wilayah Kepulauan Kabupaten Sumenep memerlukan perjuangan tersendiri. Salah satunya ke Desa Buddi, Kecamatan Arjasa di Pulau Kangean.

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan petugas keamanan Kecamatan Arjasa kudu menempuh perjalanan laut selama 7 jam menggunakan perahu rakyat dari Pelabuhan Kalisangka Arjasa membawa logistik Pemilu 2024.

Anggota Polsek Kangean, Bripka Hamsun Bisri mengisahkan gimana proses pengiriman logistik dari Pelabuhan Kalisangka ke Pelabuhan Desa Buddi di pesisir selatan Pulau Kangean.

Untuk menuju Desa Buddi, bisa menempuh jalur darat maupun jalur laut. Namun pada musim penghujan seperti saat ini, jalur darat mustahil untuk dilewati. Karena itu, untuk pengiriman logistik ke Desa Buddi kudu menggunakan jalur laut.

“Kami berangkat jam 15.30 WIB dari Arjasa, dan baru sampai di Desa Buddi sekitar pukul 22.21 WIB. Kami menggunakan jalur laut sebagai satu-satunya jalur menuju Desa Buddi,” tuturnya, Selasa (13/2/2024).

Ia mengungkapkan, setiba di Pelabuhan Desa Buddi, para petugas disambut kondisi nan gelap lantaran nyaris tidak ada cahaya, mengingat aliran listrik belum menyentuh desa terpencil ini. Perjuangan belum selesai. Para petugas kembali diuji, saat perahu pengangkut 45 kotak suara, bilik suara, logistik lainnya tidak bisa sandar di pelabuhan lantaran kondisi air laut surut.

“Mau tidak mau, kami para petugas kudu memanggul logistik pemilu itu dengan melangkah kaki dari perahu ke kendaraan nan sudah disiapkan di pelabuhan. Kondisinya gelap. Cahaya hanya dari lampu senter milik petugas,” tuturnya.

Sementara Ketua KPU Sumenep, Rahbini mengakui adanya kesulitan-kesulitan tersendiri untuk wilayah-wilayah terpencil, terutama di Kepulauan. Namun sesuai agenda tahapan, logistik pemilu kudu tiba di TPS paling lambat H-1 pencoblosan.

“Mau tidak mau, sesulit apapun, pengedaran logistik itu ya kudu dilakukan. Hari ini semua logistik kudu sudah ada di TPS,” ujarnya.

Rahbini menambahkan, memandang kondisi geografis Kabupaten Sumenep nan mempunyai cukup banyak wilayah kepulauan, KPU Sumenep sejak awal memang mendahulukan pendistribusian logistik ke kepulauan jauh.

“Untuk Kepulauan Masalembu, Sapeken, dan Kangean, logistik dari penyimpanan KPU kami kirim paling awal ke PPK kecamatan kepulauan itu. Agar mereka bisa mengatur agenda pendistribusian logistik ke desa-desa terpencil di wilayahnya,” terangnya.

Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 Kecamatan. 9 kecamatan diantaranya merupakan kecamatan Kepulauan, dan 18 lainnya kecamatan daratan.

Jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Sumenep sebanyak 877.135 orang, tersebar di 3.863 tempat pemungutan bunyi (TPS), baik di wilayah daratan maupun di kepulauan. [tem/beq]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑