UMK Sumenep Tahun 2024 Diusulkan Naik Jadi Rp 2,2 Juta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) setempat untuk tahun 2024 naik dari Rp 2.176.819 menjadi Rp 2.249.113 alias naik sebesar 3,32 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan (Naker) Sumenep, Abd. Rahman Riyadi menjelaskan, besaran usulan UMK Sumenep tahun 2024 tersebut sudah melalui rapat dari beragam pihak, baik pekerja maupun pengusaha (Tripartit).

“Jadi saat penentuan besaran UMK itu, kami melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), akademisi, serikat buruh, pekerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan Gapeknas,” katanya, Jumat (24/11/2023).

BACA JUGA:Pulang Rujuk Pasien, Ambulans RSUD Kanjuruhan Tabrak Truk Oksigen

Ia mengungkapkan penentuan besaran UMK tahun 2024 untuk Sumenep berdasarkan beberapa hal. Diantaranya, parameter nan digunakan skala nasional, UMK dihitung dari kebutuhan hidup layak masyarakat, kemudian pertumbuhan ekonomi di Sumenep, inflasi, dan sejumlah komponen mengenai lainnya.

“Prinsipnya, kewenangan pekerja alias pekerja atas upah, timbul pada saat terjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha. Hubungan itu berhujung saat putusnya hubungan kerja,” ujarnya.

Saat ini usulan besaran UMK tersebut telah ditandatangani Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk disampaikan kepada Pemprov Jatim dan kemudian ditetapkan menjadi UMK 2024 Sumenep.

“Kami berharap, semoga dengan kenaikan UMK ini, kesejahteraan para pekerja alias pekerja bakal terjamin dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” pungkas Rahman. (Tem/Aje)


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑