Sebelum Akhiri Jabatan, Khofifah Resmikan PLTS Atap di Kota Probolinggo

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sehari sebelum masa kedudukan berhujung tampak meresmikan support Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk Kantor Pemerintah, Pondok Pesantren, dan UMKM.

Peresmian dilakukan di UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Mayangan, Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Probolinggo.

Peresmian ditandai dengan penyalaan saklar listrik PLTS Atap dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah nan didampingi Kepala Dinas ESDM Jatim sekaligus Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis serta ketua Ponpes penerima support PLTS Atap.

Khofifah menyebutkan, peresmian PLTS Atap ini sejalan dengan upaya Jawa Timur untuk memanfaatkan daya baru terbarukan. Hal ini juga merupakan upaya Jatim mencapai Net Zero Emission 2060, dimana pertumbuhan sektor pengadaan listrik dan gas Jatim telah tumbuh sebesar 23,7 persen di triwulan IV tahun 2023.

“Proses transisi daya dari bahan baku fosil menjadi non-fosil ini kudu dimulai prosesnya, dan jika ini memberikan kebermanfaatan nan besar, maka di kemudian hari kita dapat meningkatkan dayanya untuk penggunaan lebih masif lagi,” ungkap Khofifah.

Sejauh ini diketahui, Jawa Timur telah menjadi provinsi nan sukses membangun PLTS terbesar dengan total terpasang sebesar 68,21 MW. Diantara jumlah ini, sebanyak 62,42 MW PLTS Atap (Rooftop) telah terpasang pada Gedung-gedung Pemerintah, Swasta, Sekolah dan Pondok Pesantren di Jawa Timur.

Selain itu, juga terbangun PLTS nan tersebar dan komunal untuk memberikan akses daya masyarakat wilayah terpencil dan kepulauan nan belum menikmati listrik sebesar 5,79 MW nan berakibat positif terhadap peningkatan Rasio Elektrifikasi Jawa Timur.

Dari sana, Bauran Energi Baru Terbarukan Jawa Timur sudah terwujud sebesar 9,36 persen dari sasaran nan ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 6,55 persen.

“Daya dukung alam dan daya dukung lingkungan kudu dijaga dan ditingkatkan lewat beragam ikhtiar bersama, termasuk transisi dari bahan bakar fossil ke non-fossil. Maka ini juga jadi tahapan pengukur apakah Net Zero Emission 2060 bisa tercapai alias tidak,” katanya.

“Beragam narasi dan obrolan tentang Net Zero Emission sudah dilakukan di Jatim ini, dan provinsi kita ini jumlah PLTS-nya insyaAllah paling banyak. Maka mari diberseiringi ikhtiar kita untuk NZE 2060 dengan kerja nyata, kerja konkret. PLTS rooftop ini perwujudan transisi pengolahan daya dari fossil ke non fossil, nan juga diberseiringi penanaman pohon terutama mangrove,” sambung Khofifah.

Khofifah kembali menekankan, kepedulian Pemprov Jatim terhadap pemanfaatan daya baru terbarukan ini juga tertuang dalam beberapa Peraturan Daerah. Yaitu Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Timur (RUED-P) Tahun 2019-2050 sebagai pedoman dalam pengelolaan daya di Jawa Timur dan Peraturan Gubernur (PERGUB) Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Timur (RUED-P) Tahun 2019-2050.

Lalu, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 671/630/124.5/2022 tentang Implementasi Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada Gedung Pemerintah dan Swasta dan Instruksi Gubernur Jatim Nomor 1/Inst/013/2023 Tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Pada Gedung/Bangunan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Melalui peresmian PLTS Atap ini, Khofifah optimistis bahwa pengelolaan daya di Jawa Timur dapat semakin efisien guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan daya di Jawa Timur serta mendukung program Net Zero Emission.

“Sampai dengan malam ini jika saya memandang info maka Jawa Timur ini berkontribusi cukup signifikan untuk mencapai Net Zero Emission 2060. Jatim sudah melampaui RUED dan ini lantaran panjenengan semua turut serta, mulai dari UMKM, Pesantren, dan juga instansi pemerintah. Inilah langkah kita untuk tidak merusak alam dan memperbaiki secara bertahap,” ujarnya.

“Untuk semua nan telah berupaya dalam mengolah daya baru terbarukan alias renewable energy, minta maaf jika tetap jauh dari pemenuhan kebutuhan. Namun kita memulai dulu, jika kelak sudah familiar dan friendly dengan fungsinya maka kita tingkatkan lagi. Begitu juga untuk UMKM seperti garment nan memerlukan daya nan besar, kelak kita coba tingkatkan lagi,” tambahnya.

Dalam peresmian ini juga diserahkan support PLTS Atap kepada ketua 27 Pondok Pesantren se-Jawa Timur dan UMKM di Kabupaten Probolinggo oleh Gubernur Khofifah dan Kepala Dinas ESDM Nurkholis.

Penyerahan support tersebut dengan rincian PLTS Atap 1 KWP kepada UMKM Dapoer Oethi, UMKM Konveksi Cumang, UMKM Konveksi CV. Hirma, dan UMKM UD. Nusa Sari, Kota Probolinggo. Diikuti dengan penyerahan PLTS Atap 25 KWP kepada UPT PPP Mayangan Kota Probolinggo, dan 74 unit PLTS SHS kepada Kelompok Masyarakat Sumber Urip Pasuruan.

Lalu PLTS Atap 1 KWP diserahkan kepada Ponpes Tanfidzul Quran Kyai Said Gresik dan Ponpes Maslahatul Ikhwan Jember. PLTS Atap 5 KWP kepada Ponpes Darul Ulum Banyu Anyar Kab. Pamekasan, Ponpes Sunan Ampel Kab. Banyuwangi, Ponpes Al Islami Assalafi Gedongsari Kab. Nganjuk, Ponpes Nurul Hakim, Masjid Nur Hasan Kab. Kediri, Ponpes Mambaul Ulum Kab. Malang, Ponpes Al-Hidayah Kota Batu.

Selain itu juga Ponpes Ngalah Yayasan Darut Taqwa Kab. Pasuruan, Yayasan Tarbiyah Islam Kab. Pasuruan, Ponpes Al Amin Putri, Kota Mojokerto, Ponpes Nurul Qadim, Kab. Probolinggo, Yayasan Amanatul Al Munawwar Kab. Bojonegoro, Ponpes Al Rosyid Kab. Bojonegoro, dan Ponpes Al Falah Kab. Kediri.

Diserahkan pula PLTS Atap 10 KWP kepada Ponpes Nazhatut Thullab Sampang, Ponpes Modern Al Fatimah Kab. Bojonegoro, Ponpes Al Amin Kota Kediri, Popes Putri Salafiyah 2 Kab. Pasuruan, Ponpes Al Rifaie 1 Kab. Malang, dan Ponpes Al Amin Japan Sooko Kab. Mojokerto.

Usah penyerahan support PLTS Atap, Khofifah berpesan andaikan seluruh bumi turut andil dalam ikhtiar ini, maka umat manusia dapat memulihkan apa nan telah dirusak oleh tangan sendiri seperti dunia warming dan berlubangnya lapisan ozon.

“Transisi dari penggunaan daya ini dan ikhtiae kita menanam mangrove untuk infak oksigen merupakan corak kebaikan jariyah kita. Mudah-mudahan kita bisa menjadi bagian dari umat manusia nan dapat mendatangkan kebermanfaat lebih besar bagi sesamanya,” pungkasnya.

Di akhir peresmian, Gubernur wanita pertama Jatim itu juga menyerahkan support amal produktif senilai Rp 500.000 kepada 50 orang pemilik upaya mikro di sekitar Pelabuhan Mayangan.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Prov. Jatim sekaligus Pj. Walikota Probolinggo Nurkholis menyampaikan bahwa support PLTS Atap dan SHS ini merupakan salah satu upaya pemerataan blue energy nan telah dijalankan oleh Pemprov Jatim sejak beberapa tahun ini.

“Ini merupakan program nan menyentuh langsung masyarakat. Sebab penerima support ini terdapat UMKM hingga Pondok Pesantren. Sehingga semakin banyak masyarakat nan merasakan blue energy,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain UMKM dan Pondok Pesantren, Pemprov Jatim juga membangun PLTS di gedung-gedung lembaga pemerintah dan jejeran samping seperti di Kodam, Polda, Pangkoarmatim, dan SMK-SMK nan memerlukan daya listrik untuk praktikum.

“Selain itu, hingga saat ini support Sambungan Listrik Rumah (SLR) oleh Ibu Gubernur mencapai lebih dari 22 ribu penerima manfaat. Kedepannya kami bakal terus menggencarkan support PLTS Atap, SHS, dan SLR sesuai dengan pesan Ibu Gubernur meskipun masa kedudukan beliau sudah berakhir,” pungkasnya. [tok/beq]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑