Ratusan Warga Sumenep Ajukan Pindah Memilih di Pemilu 2024

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan penduduk Kabupaten Sumenep mengusulkan pindah memilih dalam Pemilu 2024. Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menutup pengajuan pindah memilih di luar domisisi untuk Pemilu 2024, pada Senin (15/1/2024) jam 23.58 WIB.

Komisioner KPU Sumenep, Syaifurrahman menjelaskan, sesuai ketentuan, pemisah akhir pengajuan pindah memilih itu 30 hari sebelum hari ‘H’ pemungutan suara. “Kami sudah berulangkali menyampaikan mengenai pengurusan pindah memilih itu. Bagi para pemilih nan mengusulkan pindah memilih, bisa diurus di tempat asal, bisa juga di tempat nan menjadi tujuan kepindahan memilih,” terangnya, Selasa (16/1/2024).

Ia mengatakan, untuk jumlah pemilih nan mengusulkan pindah memilih sampai pemisah akhir tersebut hingga saat ini tetap belum bisa diketahui lantaran tengah dalam perekapan.

“Kalau info hingga Desember kemarin, di Sumenep nan mengusulkan pindah memilih sebanyak 503 orang. Rinciannya, 138 orang mengusulkan pindah memilih ke Sumenep, dan 365 orang mengusulkan pindah memilih ke luar Sumenep,” paparnya.

Lebih lanjut Syaifurrahman menerangkan, ada 9 kriteria nan bisa mengusulkan permohonan pindah memilih. Diantaranya menjalankan tugas di tempat lain saat hari ‘H’ pemungutan suara, menjalani rawat inap di akomodasi kesehatan, tugas belajar, serta menjalani rehabilitasi narkoba.

“Tetapi sesuai keputusab MK, ada juga 4 kriteria nan tetap bisa mengusulkan pindah memilih hingga H-7 pemungutan suara, ialah bekerja di tempat lain, menjalani rawat inap, tertimpa bencana, alias tengah menjadi tahanan rutan,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Syaifurrahman, nan perlu diperhatikan bagi masyarakat nan mengusulkan pindah memilih, ada akibat teknis berupa kehilangan kewenangan pilih untuk pemilihan legislatif untuk wilayah pemilihan nan berbeda. Bahkan untuk nan lintas provinsi, bukan tidak mungkin hanya mendapatkan satu surat bunyi ialah pemilihan presiden/wakil presiden.

“Jadi misalnya penduduk Sumenep bakal memilih di Jember lantaran kebetulan kuliah disana. Maka dia hanya bakal mendapatkan surat bunyi pemilihan DPD dan Pilpres. Untuk DPRD Kabupaten, Provinsi, dan DPR RI tidak bisa, lantaran wilayah pemilihannya beda,” terangnya. [tem/suf]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑