Perusakan APK di Kalianget, Bawaslu Sumenep Panggil Pelapor dan Terlapor

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sumenep (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep mulai memproses laporan tindak pidana dugaan pengrusakan perangkat peraga kampanye di Kecamatan Kalianget.

“Kasus ini semula dilaporkan ke Panwascam Kalianget. Sekarang diambil alih penanganannya oleh Bawaslu Kabupaten,” kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumenep, Addahrariyatul Maklumiyah, Selasa (13/02/2024).

Ia menjelaskan, hari ini Bawaslu mulai mengundang para pihak untuk proses penjelasan kasus dugaan pengrusakan APK tersebut. “Kami mulai dari pelapor. Setelah itu kelak kami undang juga saksi-saksi dan terlapor,” terangnya.

Kasus dugaan tindak pidana pengrusakan APK tersebut dilaporkan oleh Caleg DPRD Sumenep Dapil I asal Partai Gerindra, Abdul Azis. Pengrusakan APK tersebut diduga dilakukan oleh Ferry, penduduk Bluto.

Pengrusakan itu dilakukan awal hari. Pelaku tertangkap tangan menggunting APK tersebut. Versi pelapor, saat ditanya, pelaku menggunting banner itu untuk alas. Pelaku merupakan salah satu pekerja panggung nan malam itu tengah bekerja mempersiapkan panggung sebuah aktivitas di Kalianget.

“Bawaslu belum bisa memastikan motif pengrusakan APK itu, lantaran sekarang ini kan tetap dalam proses klarifikasi. Jadi belum bisa disimpulkan apapun,” ungkap Addahrariyatul Maklumiyah, nan karib disapa Rori.

Ia menjelaskan, untuk proses penjelasan tersebut sesuai patokan diberi waktu 7 hari. Setelah itu bakal dilakukan kajian terhadap kasus tersebut. “Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur Gakkumdu, sebelum kelak sampai pada konklusi kasus ini,” paparnya.

Kasus dugaan tindak pidana Pemilu berupa pengrusakan APK tersebut merupakan kasus kedua nan ditangani Bawaslu Kabupaten. Kasus dugaan tindak pidana Pemilu nan pertama adalah Kepala Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Moh. Romli. Kades tersebut diduga mengarahkan perangkat desa untuk mendukung partai politik tertentu. Ada dua bukti nan mengarah pada dugaan tindak pidana pemilu tersebut, ialah video dan pesan bunyi melalui percakapan WhatsApp.

“Kami tetap memproses dua kasus dugaan tindak pidana Pemilu itu. Dua-duanya tetap dalam proses klarifikasi,” pungkas Rori. [tem/but]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim