Pengakuan Korban Penyiksaan di Suramadu Akibat Tolak Aborsi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Surabaya (beritajatim.com) – Korban penyiksaan nan ditelantarkan di kolong Jembatan Suramadu akibat menolak aborsi membuka bunyi atas kejadian nan dia alami. Korban nan saat ini mengandung 1 bulan mengaku dipukuli kekasih berbareng dua laki-laki lainnya, apalagi sempat mendapat ancaman diperkosa beramai-ramai.

Korban mengaku, awalnya dia berbareng sang kekasih nan merupakan penduduk Sampang sepakat untuk berjumpa di salah satu tempat di Kenjeran. Pertemuan tersebut untuk membahas kelanjutan hubungan mereka.

Kehamilan korban rupanya akibat rudapaksa nan dilakukan pelaku. Dia pun meminta sang kekasih bertanggung jawab namun pelaku menolak.

Korban lampau memilih putus hubungan dengan pelaku dan bakal merawat janin nan dikandungnya. Mendengar jawaban itu, pacar korban tidak terima dan berbincang dengan nada tinggi.

“Malah marah-marah ketika saya putusin, dan memang menyuruh saya untuk menggugurkan janin nan saya kandung ini, tapi saya tidak mau,” ujar korban, Selasa (24/10/2023).

Korban nan yatim piatu lantas berjumpa dengan pelaku berbareng dua temannya. Saat itu, korban dipaksa masuk mobil Calya nan dikemudikan salah satu kawan pelaku.

Satu kawan pelaku lainnya duduk di bangku samping pengemudi. Sementara pelaku dan korban duduk di bangku tengah. Selama di mobil, pelaku mengintimidasi dan meminta janin nan dikandung korban digugurkan.

BACA JUGA:
Menolak Aborsi, Wanita Surabaya Dianiaya Pacar di Suramadu

“Dia marah lantaran saya nggak mau aborsi. Saya malah minumin vitamin biar jabang bayinya kuat. Saya pikir biar saya tanggung jawab atas kesalahan saya,” imbuhnya.

Karena menolak aborsi, korban kemudian dianiaya sejak mobil melaju dari Jalan Kenjeran hingga Pulau Madura. Ia juga diancam dicekoki narkoba dan bakal dibunuh.

Ia lampau dicekoki obat untuk aborsi dan obat perangsang. Dengan harapan, korban mau menurut agar bisa dirudapaksa beramai-ramai.

“Saya dicekik, ditendang di bagian perut. Lalu dipukuli juga sempat diancam dengan sajam dari Surabaya-Madura di mobil, nggak berakhir sama sekali,” katanya.

Korban lantas mengiyakan semua kemauan tiga pelaku. Ketiga pelaku pun meredam emosinya. Korban lantas dibawa ke kolong jembatan Suramadu. Di perjalanan, sempat korban berupaya membuka pintu mobil dan berteriak minta tolong. Namun malah dihajar kembali.

BACA JUGA:
Mayat Bayi Dibuang di Jembatan Suramadu

Sesampainya di kolong jembatan Suramadu, korban mendapati ada seorang pengendara nan memandang ke dalam mobil. Ia pun nekat membuka kembali pintu mobil dan berteriak.

“Setelah saya teriak itu, saya langsung pingsan. Saya ga inget. nan saya ingat saya sudah tergeletak di kolong jembatan Suramadu ditolongi para pedagang di sana,” katanya.

Atas kejadian ini, korban tetap trauma. Ia juga mengkhawatirkan janin nan ada di perutnya lantaran sempat mengalami pendarahan. [ang/beq]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Navigasi pos

Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑