Pegiat Lingkungan Sumenep Tanam Bibit Mangrove di Pantai Matahari

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah pegiat lingkungan nan tergabung dalam Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korwil Madura, Korlap Sumenep melakukan penanaman bibit mangrove dan pinus udang, di spot pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Penanaman tersebut dilakukan sebagai rangkaian peringatan ‘Hari Menanam Sejuta Pohon’ pada Rabu (10/01/2024). Aksi peduli lingkungan tersebut dilakukan berbareng Pemerintah Desa (Pemdes) Lobuk, dengan melibatkan BPD, LPMD, Pokdarwis, TP PKK, mahasiswa KKN UTM, sejumlah pengajar FEB UTM, Pokmaswas Reng Paseser, para siswa SDN Kebundadap Timur 1 dan perwakilan guru.

“Ini merupakan aktivitas rutin kami. Untuk aktivitas menanam sejuta pohon di Pantai Matahari ini, kami menyiapkan 200 bibit mangrove dan 100 bibit pinus udang,” kata ketua FK3I Korlap Sumenep, Fadel Abu Aufa.

Penanaman pohon di Pantai MatahariPenanaman pohon di Pantai Matahari

Menurutnya, aktivitas menanam sejuta pohon berupa bibit mangrove dan pinus udang ini menjadi aktivitas merawat lingkungan. Pihaknya berharap, aktivitas ini menjadi aktivitas nan berkesinambungan di sejumlah desa, sebagai upaya mendorong konservasi dan menjaga lingkungan dari ancaman abrasi.

“Semoga aktivitas ini bisa berfaedah secara ekologis, terutama agar tidak terjadi pengikisan pantai,” jelasnya.

Kegiatan serupa juga dilakukan di Bangkalan dan Pamekasan. “Ini merupakan upaya kami dalam mendorong konservasi di wilayah Madura,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh mengapresiasi aktivitas FK3I Madura sebagai upaya menjaga lingkungan terutama bibir pantai. Program konservasi ini juga merupakan program desa nan berkesinambungan dalam mewujudkan kepedulian pada lingkungan.

“Berikutnya kita bakal fokuskan pada perawatan dan pengawasan agar bisa berakibat maksimal, sesuai dengan visi misi pemerintah desa,” ucapnya.

Sementara letak penanaman Mangrove ialah Pantai Matahari, dulunya merupakan muara sampah. Saat ini telah ‘disulap’ menjadi wisata spot mancing.

“Ini salah satu bukti nyata penduduk pesisir dalam menjaga lingkungan. Kami telah merubah tempat nan dulu hanya berisi sampah, saat ini menjadi spot wisata nan menarik,” ujarnya. [tem/but]


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim
↑