Motif Kakak-Adik di Bangkalan Bunuh Teman Sekolahnya: Dendam Gegara Aibnya Diungkap

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX
Kakak(Dok. Media Jatim) Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya saat mengintrogasi tersangka pembunuhan siswa SMK di Bangkalan, Senin (8/1/2024).

Bangkalan, mediajatim.com — Polres Bangkalan menetapkan kakak dan adik di Bangkalan sebagai tersangka kasus pembunuhan siswa SMK Pelayaran, Senin (8/1/2024).

Diketahui, jenazah siswa SMK Pelayaran tersebut ditemukan oleh pemancing di semak-semak akses Makam Syaikhona Klolil Bangkalan, Jalan Kinibalu, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Sabtu (6/1/2024) lalu.

Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya menerangkan bahwa motif dalam tindakan pembunuhan ini lantaran pelaku dendam pada korban nan mengungkap aibnya.

Lebih lanjut Febri memaparkan bahwa jenazah nan ditemukan di semak-semak itu berjulukan Moh. Hifni (17), penduduk Desa Lergunong, Kecamatan Klampis.

“Korban atas nama Moh. Hifni itu, dugaan sementara, menjadi korban pembunuhan,” ungkapnya, (8/1/2024).

Terungkapnya identitas korban, kata Febri, juga mengungkap pelaku. “Pelaku dalam kasus pembunuhan ini merupakan kakak-adik kawan sekolah korban, ialah MFA (18) dan MRAJ (17), penduduk Kelurahan Mlajah Bangkalan,” tuturnya.

Kakak-adik ini tega membunuh kawan sekolahnya sendiri, lanjut Febri, lantaran merasa sakit hati atas tindakan korban nan mengungkap kejelekan MFA. Pelaku kemudian bersekongkol dengan MRAJ untuk membalas dendam ke korban.

“Kedua pelaku janjian untuk balas dendam, keduanya membujuk korban untuk berjumpa di salah satu warung kopi. Setelah dari warung kopi, korban diajak ke wilayah Jalan Kinibalu, alasannya mau mengecek pancingan ikan miliknya,” ujarnya.

Saat tiba di lokasi, terang Febri, MFA turun lebih dulu ke letak pemancingan. Kemudian meminta tolong kepada korban untuk mengecek pancing miliknya nan sengaja diletakkan untuk mengelabuhi korban.

“Saat mengecek itu, kepala korban langsung dipiting dan dipukuli oleh kedua tersangka hingga lemas. Ketika lemas, keduanya menenggelamkan kepala korban ke rawa hingga akhirnya meninggal,” terang Febri.

Paman korban, Ahmad Muafa mengatakan bahwa korban sudah lenyap sejak Kamis (4/1/2023), tepatnya usai pamit ke orang tuanya untuk berangkat sekolah.

Pihaknya beserta orang tua koban mencari Hifni selama tiga hari, namun tidak kunjungan ditemukan, hingga akhirnya mendapat berita ada penemuan mayit dengan ciri-ciri nyaris mirip dengan keponakannya itu.

“Kami sangat terpukul atas kejadian itu, lantaran selama ini keponakan kami tidak punya masalah dengan orang lain. Jenazah kami jemput sekitar pukul 04.00 WIB Minggu (7/1/2024) ke RSUD Syamrabu untuk dikebumikan,” tandasnya.(hel/faj)

Selengkapnya
Sumber Mediajatim
Mediajatim