Kurus Tapi Diabetes? Kok Bisa?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Diabetes merupakan masalah kesehatan nan disebabkan oleh tingginya gula darah. Orang nan didiagnosis dengan glukosuria tubuhnya tidak lagi bisa mengatur kadar gula darah secara efektif.

Ada mitos umum bahwa glukosuria hanya dialami oleh orang nan kelebihan berat badan. Memang betul bahwa berat badan menjadi salah satu aspek nan meningkatkan akibat terkena diabetes, tetapi bukan berfaedah orang bertubuh kurus tidak mungkin terkena diabetes.

Orang-orang dengan corak dan berat badan apa pun dapat terkena diabetes. Banyak aspek selain berat badan nan meningkatkan akibat terkena kondisi ini, termasuk:

  • genetika
  • sejarah keluarga
  • gaya hidup tidak aktif
  • kebiasaan makan nan buruk.

Orang Kurus Juga Bisa Terkena Diabetes

Orang sering beranggapan bahwa orang nan kurus pasti sehat dan glukosuria hanya bisa dialami orang nan kelebihan berat badan. Namun, apakah anggapaan ini benar? Belum tentu!

Diabetes tidak berasosiasi dengan penampilan. Tidak peduli seberapa kurusnya kamu, Anda tetap bisa terkena glukosuria jenis 2.

Diabetes berasal dari resistensi insulin, nan meningkatkan gula darah. Salah satu argumen orang kurus terkena glukosuria adalah lantaran skinny fat. Ini adalah kondisi di mana orang tersebut tampak kurus dari luar, tetapi sebenarnya menyimpan banyak lemak di dalam tubuhnya.

Kurus di Luar, Gemuk di Dalam

Kita semua mempunyai lapisan lemak di bawah kulit nan disebut lemak subkutan. Lemak subkutan merupakan bagian dari keseluruhan berat badan, tetapi lemak visceral nan disimpan di dalam rongga perut dikaitkan dengan kondisi kesehatan termasuk glukosuria jenis 2, penyakit jantung, dan kanker.

Lemak visceral mengelilingi organ vital, seperti hati, pankreas, dan usus dan sering dikaitkan dengan resistensi insulin. ‘Kurus di luar, gendut di dalam’ merujuk pada perseorangan nan tampaknya tidak kelebihan berat badan, tetapi mempunyai jumlah lemak perut nan sangat tinggi. Kondisi ini juga dikenal sebagai skinny fat.

Skinny fat merujuk pada perseorangan nan mempunyai lebih sedikit lemak subkutan, tetapi banyak lemak visceral. Individu dengan skinny fat telah diidentifikasi mempunyai akibat lebih tinggi terkena resistensi insulin.

Individu nan tidak bisa menyimpan lemak subkutan mungkin mengalami kondisi nan disebut lipodistrofi. Penderita lipodistrofi mempunyai peningkatan akibat resistensi insulin dan glukosuria jenis 2, dengan nyaris seluruh lemaknya disimpan sebagai lemak visceral di dalam perut.

Pada orang-orang ini, glukosuria jenis 2 mungkin disebabkan oleh resistensi insulin dan penumpukan lemak visceral di sekitar organ dalam, termasuk hati.

Memahami Faktor Risiko Diabetes

Selain lemak visceral, aspek akibat glukosuria pada orang kurus lainnya, meliputi:

  • Diet. Pola makan tinggi gula dan lemak tidak sehat dapat meningkatkan akibat terkena diabetes.
  • Jarang bergerak. Duduk dalam waktu lama dapat mengubah metabolisme. Dan perihal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, nan merupakan aspek penyebab diabetes.
  • Pradiabetes. Memiliki kadar gula darah nan lebih tinggi dari normal menyebabkan kondisi ini. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi glukosuria jenis 2.
  • Stres. Saat merasa stres, tubuh kita melepaskan unsur kimia nan disebut kortisol. Kortisol memicu respons melawan-atau-lari. Sebagai bagian dari respons melawan-atau-lari, kortisol meningkatkan kadar gula darah. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, resistensi insulin, dan diabetes.
  • Penyakit hati berlemak. Memiliki kondisi nan dikenal sebagai penyakit hati berlemak meningkatkan akibat seseorang terkena diabetes.

Kiat Untuk Menurunkan Risiko Diabetes

Jika Anda mempunyai satu alias lebih aspek akibat glukosuria jenis 2, Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut untuk mengurangi kesempatan terkena kondisi tersebut:

  • Tingkatkan aktivitas. Baik orang dengan tubuh gendut maupun kurus perlu bergerak teratur untuk menjaga kesehatan. Usahakan untuk berolahraga minimal 150 menit setiap minggunya.
  • Terapkan pola makan nan lebih cerdas. Junk food perlu dihindari oleh semua orang, termasuk mereka nan kurus. Sebisa mungkin konsumsi makanan nan kaya bakal buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Berhenti merokok. Berhenti merokok memungkinkan tubuh untuk mengelola kadar gula darah dengan lebih baik nan bakal menurunkan akibat diabetes.

Kesimpulannya, meskipun kelebihan berat badan menjadi salah satu risko diabetes, tetapi bukan berfaedah orang kurus tidak mungkin tidak diabetes. Jadi, tak peduli seperti apa corak badanmu, krusial untuk menerapkan style hidup sehat untuk mencegah akibat diabetes.

Sumber:

Geisinger.org. Yes-thin-people-can-get-type-2-diabetes

 Diabetes.co.uk. Skinny-type2-diabetes

Healthline.com.  Can-skinny-people-get-diabetes

Selengkapnya
Sumber Gue Sehat
Gue Sehat