Korban Penganiayaan di Suramadu Trauma dan Tidak Bisa Beraktifitas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Surabaya (beritajatim.com) – Korban penganiayaan di Suramadu trauma dan tidak bisa beraktifitas normal karena beberapa personil tubuhnya lebam.

Korban berinisial AH menderita luka di leher akibat dicekik dengan dua tangan FD kekasihnya. Ia juga dipukul dan ditendang perutnya oleh AB sedangkan AM menekan korban agar mau menurut aborsi dan seks secara bersama-sama. Diketahui, AB dan AM adalah rekan FD kekasih dari AH.

“Ini sudah agak mendingan (kondisi kesehatan), Mas, sebelumnya badan saya terasa sakit semua, malamnya (22/10/2023) pas buat laporan ke polisi,” kata AH, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga: Wartawati Kehilangan Sepeda Motor di Halaman Kantor PKB Jember

AH menceritakan bahwa dia dianiaya sejak berada di Surabaya sampai Madura. Selama di dalam mobil, AH mendapatkan intimidasi ancaman pembunuhan dan dicekoki dengan obat aborsi. AH mengatakan pergelangan tangan kanannya memar. Leher sisi kanan dan belakang serta dagu tetap terasa sakit.

Menurut AH, korban dari FD bukan hanya dirinya. FD sempat menceritakan ada 11 orang nan mengalami kejadian disetubuhi lampau disuruh untuk aborsi. Ia juga sempat dibanding-bandingkan dengan sejumlah mantan FD nan enggan menurut.

“Setahu saya, FD pernah cerita tentang mantan-mantannya juga, seingat saya ada 11 mantannya. Dia juga sempat ceritakan seperti itu (melakukan kekerasan), malah saya dibandingkan dengan mantannya asal Madura nan lebih menurut, beda sama saya nan katanya susah nurut,” tuturnya.

Baca Juga: PPP Minta Pemkab Jember Permudah Akses Pelayanan Pajak

Saat ini, korban tetap berupaya menenangkan diri dan kakek neneknya. Ayah dan ibu korban telah meninggal dunia. Ia pun berambisi agar FD bisa dihukum walaupun dari family terpandang.

“”Bapak ibu saya sudah meninggal bumi lantaran sakit, Mas. Saya tinggal sama kakak, kakek, dan nenek saya saja. Mereka tahu kejadian nan saya alami, tentunya mereka sedih,” tutupnya.

Sebelumnya, Korban nan ditemukan penduduk di kolong Suramadu rupanya sempat dihajar lantaran menolak aborsi sampai perkosaan bersama. Dalam kondisi mengandung 1 bulan, korban mengalami penyiksaan selama berada di dalam mobil dari Surabaya sampai Madura.

Baca Juga: Tujuh Kali Uji Coba, Timnas U-17 Lebih Sering Kalah Selama TC di Jerman

AHS (21) mengatakan bahwa awalnya dia bermufakat berjumpa dengan pelaku berinisial FA (18) penduduk Sampang di sebuah tempat di Kenjeran untuk membahas hubungan mereka. AHS nan sebelumnya diperkosa hingga mengandung satu bulan memutuskan untuk pisah dengan FA.

“FA itu malah marah-marah ketika saya putusin. Dan memang menyuruh saya untuk menggugurkan janin nan saya kandung ini,tapi saya tidak mau,” ujar AHS, Selasa (24/10/2023). (ang/ian)


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Navigasi pos

Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim