Kesaksian Pemilik Rumah tentang Api Misterius di Sumenep: Melalap Gambar Masjid Nabawi dan Ka’bah!

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sumenep, mediajatim.com — Untuk pertama kalinya api itu muncul di rumah milik Juhairiyah di Dusun Kowel, Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 14.00 WIB, 3 Oktober 2023.

Banner Iklan Media Jatim

Api itu muncul secara tiba-tiba. Pertama-tama membakar kain bergambar masjid Nabawi dan Ka’bah nan dipajang di tembok depan bilik Juhairiyah.

Lalu, api itu muncul kembali di titik berbeda di hari berikutnya. Api itu membakar tembok kamar, kursi, bantal dan baju nan ada di dalam lemari.

Kemunculan api nan begitu tiba-tiba ini, tanpa diketahui karena musababnya dan tanpa ada percikan bahan bakarnya ini akhirnya menghebohkan penduduk Sumenep.

Banner Iklan Media Jatim

Sejak 3 Oktober itu, kemunculan api di rumah Juhai tetap menjadi teka-teki, menyisakan pertanyaan di kepala warga, dan belum diketahui apa karena musababnya.

Hasil Penelusuran Media Jatim ke Rumah Juhairiyah

Pada Senin (9/10/2023) siang, mediajatim.com mendatangi rumah Juhai di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk.

Sesampainya di lokasi, media ini tidak langsung menyaksikan adanya kejadian api misterius tersebut.

Juhai, anaknya dan tetangga sekitar berkumpul di teras luar. mediajatim.com ditemui di teras luar ini.

Lalu kepada media ini Juhai menceritakan kejadian munculnya api nan begitu misterius itu.

Pada 3 Oktober 2023, sekitar pukul 13.00 WIB, Juhai baru saja pulang dari sekolah tempatnya berjualan.

Belum sampai masuk ke rumahnya, Juhai diberitahu oleh salah seorang saudaranya bahwa di dalam rumahnya ada aroma barang terbakar.

Namun, Juhai mengabaikan itu lantaran dia sendiri mengaku tidak mencium aroma apa pun dari dalam rumahnya.

“Di mana? Saya tidak merasakan aroma asap, tidak mungkin ada kebakaran di rumah. Itu nan saya katakan kepada kerabat saya,” ujar Juhairiyah kepada mediajatim.com, Senin (9/10/2023).

Karena tidak merasakan ada aroma asap sama sekali, Juhai lampau berangkat membeli kebutuhan ternak ke toko di sekitar rumahnya.

Tetapi begitu kembali ke rumah, Juhai mengaku sangat terkejut. Api sudah menyala membakar kain bergambar masjid Nabawi dan Ka’bah nan dipajang di tembok depan kamarnya.

“Suami saya menangis, kaget bukan main, dan saat itu sudah banyak kerabat dan tetangga nan datang membantu memadamkan api,” imbuhnya.

Api ini, kata Juhai, muncul secara misterius–tiba-tiba dan tidak bisa ditebak–dan berpindah-pindah dari titik ke titik lain di rumahnya.

“Tidak hanya di satu titik. Bahkan beberapa titik di empat bilik rumah dan semua gorden di rumah ini pernah dilalap api,” papar Juhai.

Pada Senin (9/10/2023) sekitar pukul 06.00 WIB, api juga muncul di sisi timur teras rumahnya dan membakar tumpukan busana nan sudah terbakar sebelumnya.

“Untung ada anak saya dan tetangga, kebetulan dia berjamu ke rumah lantaran sedang mengantar kue aktivitas maulid, mereka langsung menyiram api itu,” tambahnya.

Saat ditanya kenapa tidak mengungsi untuk mengamankan diri dari ancaman api nan sewaktu-waktu bisa menakut-nakuti dirinya?

Juhai menjawab tidak bisa meninggalkan rumah karena andaikan ditinggalkan, rumah bisa ludes terbakar.

“Saya tidak mungkin meninggalkan rumah ini, gimana jika api itu tiba-tiba muncul, sedangkan saya berbareng family tidak ada di sini, bisa lenyap rumah saya ini,” jelasnya.

Juhai mengatakan bahwa api misterius itu hanya terjadi pada Oktober ini, dan tidak pernah sama sekali terjadi pada waktu sebelum-sebelumnya.

“Hanya saja sehari sebelum api itu muncul untuk pertama kalinya, di rumah ini menyeruak aroma kemenyan, menyengat hingga ke hidung saya,” bebernya.

Juhai juga menuturkan bahwa para tetangga awalnya tidak percaya dengan peristiwa asing tersebut.

Namun, setelah sebagian dari mereka memandang sendiri kejadian itu, mereka pun akhirnya percaya.

“Tidak setiap hari muncul api. Sempat tidak muncul pada hari Rabu dan Kamis. Tapi mulai Jumat hingga sekarang api itu muncul meski tidak terus-menerus, nan jelas ada, kadang pagi, siang, dan paling akhir itu muncul di waktu isya,” tuturnya.

Saat wawancara media ini baru saja selesai, tiba-tiba anak Juhairiyah nan berjulukan Atik Arofah (13) memanggil-memanggil Juhai.

Atik Arofah menunjuk ke dalam bilik sisi timur rumah Juhai. Pada saat itulah diketahui ada api nan muncul seketika di dalam lemari kamar.

Sontak Juhairiyah dan beberapa penduduk nan ada di teras luar langsung masuk ke dalam bilik untuk memadamkan.

Di bilik bagian timur rumah ini, api melalap beberapa busana nan ada di dalam lemari dipan.

Warga memadamkan dengan langkah menekan api memakai kayu dan menyiramnya dengan air.

“Allahumna salli ala muhammad wa ala ali sayyidina muhammad,” lantun penduduk sembari lampau memadamkan api.(mj21/ky)

Selengkapnya
Sumber Mediajatim
Mediajatim