Kenapa Dinamakan Kampung Ambon? Begini Kisahnya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

https: img.okezone.com content 2023 10 19 406 2904511 kenapa-dinamakan-kampung-ambon-begini-kisahnya-5Mz8oQsGMX.jpg Polisi menggerebek Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat. (Foto: MNC Portal)

KAMPUNG Ambon di Kelurahan Kedaung, Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat nama sebenarnya adalah Kompleks Permata. Lalu kenapa bisa disebut Kampung Ambon dan begitu terkenal di telinga penduduk Ibu Kota dan sekitarnya?

Kampung Ambong terkenal sebagai salah satu area "hitam" di Jakarta lantaran dianggap sebagai sarang narkoba. Polisi sudah berulang kali menggerebek permukiman tersebut untuk menangkap pelaku narkoba. Terkadang diwarnai dengan bentrok dengan penduduk setempat.

Terlepas dari narkoba, ihwal Kompleks Permata dijuluki Kampung Ambon kebanyakan warganya merupakan orang-orang nan berasal dari Ambon, Maluku.

 BACA JUGA:

Menurut sejarah, penunggu Kampung Ambon adalah eks pasukan Koninklijke Nederlands Indisch Leger alias KNIL, tentara Hindia Belanda nan separuhnya adalah pemuda-pemuda pribumi nan direkrut dan dilatih unik untuk memerangi bangsanya sendiri. Pemuda-pemuda itu berasal dari Jawa, Madura, Manado, dan Maluku.

Namun, saat Jepang sukses menyingkirkan Belanda dari Tanah Air pada 1942, KNIL pun melemah. Bahkan, tentara KNIL jadi tahanan perang oleh pihak Jepang.

Ilustrasi

Pasukan Batalion X KNIL nan sebelumnya bermarkas di Hotel Borobudur itu pun diungsikan ke Gedung Stovia. Pasukan nan kebanyakan beretnis Ambon itu bermukim di Gedung Stovia.

Hingga akhirnya, pada 1973, DKI Jakarta di bawah pemerintahan Gubernur Ali Sadikin menginventarisasi bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Gedung Stovia.

Meski ada penolakan dari penduduk Ambon nan sudah merasa kerasan bermukim di sana, setelah bernegosiasi, mereka akhirnya rela direlokasi di Perumahan Permata, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Hingga kini, Perumahan Permata terkenal dengan julukan “Kampung Ambon”, menilik dari etnis kebanyakan nan bermukim di wilayah itu.

Follow Berita Okezone di Google News

(sal)

Selengkapnya
Sumber Okezone
Okezone