Kementerian PUPR Dorong Daur Ulang Air, Sampah, dan Energi di Rest Area

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

SEMARANG, Koranmadura.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong rest area mempunyai program daur ulang air, sampah, dan energi, untuk menambah kualitas jasa jalan tol dan rest area.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, perlu adanya peningkatan kualitas jasa jalan tol secara berkepanjangan lantaran kebutuhan dan ekspektasi publik nan semakin tinggi.

“Kehadiran rest area juga didorong untuk dapat memberikan faedah ekonomi nan nyata bagi perekonomian masyarakat lokal, melalui penyediaan kios-kios bagi UMKM untuk mempromosikan produk dan kuliner lokal,” kata Menteri Basuki, seperti dilansir pu.go.id.

Tim Ahli/ Pakar Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan (JTB) Sudirman mengatakan, selain pemenuhan Standar Mutu Penilaian (SPM) nan semestinya dipertahankan, di tahun 2023 penilaian juga menekankan pada support keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan jasa jalan tol.

“Harus ada upaya daur ulang (recycle) dalam penggunaan air, daya dan sampah dalam pengelolaan jasa jalan tol sehingga ramah lingkungan,” kata Sudirman dalam kunjungan penilaian jalan tol di ruas Semarang-Pemalang-Batang, Selasa (17/10/2023).

Dikatakan Sudirman, pengolahan limbah cair krusial untuk di daur ulang sebagai corak penghematan air agar tidak terbuang sia-sia. “Sebagai contoh air dari toilet dan masjid sisa wudhu bisa diolah alias dipakai ulang untuk menyiram tanaman di sekitar Rest Area/Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) jalan tol,” kata Sudirman.

Selain daur ulang penggunaan air, pengelolaan jalan tol diharapkan dapat memanfaatkan teknologi-teknologi nan irit energi. “Sebagai contoh untuk sumber listrik dapat dikombinasikan dengan menggunakan panel surya (solar cell) dan pencahayaan LED nan lebih irit energi,” ujarnya.

Terakhir, Sudirman juga mendorong adanya praktik daur ulang sampah di setiap TIP jalan tol. “Daur ulang sampah bisa dilakukan dengan beragam cara, misal pencacahan sampah plastik untuk daur ulang. Sedangkan untuk sampah organik bisa dengan memanfaatkan maggot,” katanya.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Semarang-Batang Nasrullah mengatakan, konsep TIP di ruas Semarang-Batang ke depan bakal berorientasi TIP ramah family (family rest area) dengan dilengkapi sejumlah akomodasi anak seperti ada taman bermain dan juga fasiltas untuk difabel.

“Untuk aspek lingkungan, seperti di rest area 379 A kita sudah ada akomodasi taman daur ulang, tempat sampah pilah botol, Tempat Pembuangan Sementara, pengelolaan limbah daun kering untuk kompos, dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kita juga ada program penanaman pohon dari masing-masing tenant,” kata Nasrullah. (Kunjana)

Selengkapnya
Sumber Koranmadura
Koranmadura