Kapan Obat Penguat Kandungan Diperlukan?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Kondisi tubuh ibu mengandung memang berbeda-beda satu sama lain, setiap kehamilan mempunyai akibat tersendiri. Namun umumnya, ibu mengandung berbagi kekhawatiran nan sama. Bayang-bayang bakal akibat terjadinya keguguran alias bayi lahir prematur menjadi perihal nan begitu ditakutkan. Berbagai langkah bakal dilakukan ibu agar janin dalam kandungannya selalu dalam kondisi sehat sampai waktu persalinan tiba.

Obat penguat kandungan jadi salah satu opsi nan dipilih untuk mencegah terjadinya keguguran. Meski demikian, seberapa efektif konsumsi obat penguat kandungan tetap jadi perdebatan. Lalu sejauh mana ibu mengandung dapat mengonsumsi obat penguat kandungan tanpa memberikan pengaruh samping terhadap ibu maupun bayinya sendiri.

Kapan Obat Penguat Kandungan Diberikan?

Sebelum mengonsumsi obat penguat kandungan, sebaiknya Mums berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Mums dan master adalah dua orang nan paling mengetahui perjalanan selama kehamilan berlangsung. Maka hanya master dan Mums nan memahami reaksi tubuh ketika mengonsumsi obat penguat kandungan.

Seperti obat-obatan lain pada umumnya, obat penguat kandungan juga mempunyai pengaruh samping. Obat nan diminum dapat melewati plasenta dan mencapai janin. Secara umum jenis obat ini menimbulkan pusing, mual, sering mengantuk, hingga diare. Namun dalam situasi ekstrim mungkin  saja terjadi keterlambatan perkembangan, abnormal intelektual, alias lahir mati.

Kondisi nan membikin ibu mengandung memerlukan obat penguat kandungan

Tidak semua ibu mengandung memerlukan obat penguat kandungan. Hanya mereka dengan kondisi tertentu saja nan dianjurkan untuk mengonsumsi, di antaranya:

  1. Mereka nan mempunyai riwayat keguguran
  2. Mereka nan memilik riwayat melahirkan bayi prematur
  3. Kehamilan kembar. Saat mengandung anak kembar, terjadi peregangan pada rahim. Salah satu langkah untuk mempertahankan kehamilan adalah mengonsumsi suplemen.
  4. Kehamilan dengan jarak kurang dari 12 bulan setelah melahirkan.
  5. Abortus imminens alias kondisi ancaman keguguran. Biasanya ditandai dengan adanya flek-flek darah pada saat usia kehamilan di bawah 20 minggu.
  6. Bayi tabung. Pada proses bayi tabung, corpus luteumtidak berfaedah dengan baik dalam memproduksi hormon progesteron. Tubuh Mums pun memerlukan progesteron tambahan.

Obat penguat kandungan biasanya diberikan di awal kehamilan alias di trimester pertama dimana plasenta belum terbentuk. Obat ini mengandung unsur aktif progesteron bekerja menyiapkan lapisan rahim paling dalam.

Karena progesteron menjaga lapisan rahim Mums selama kehamilan sehingga janin dapat tumbuh, kadar progesteron nan rendah dapat menyulitkan Mums untuk tetap menjaga kehamilan. Mums memerlukan kadar progesteron nan tetap tinggi sampai tiba waktunya melahirkan.

Normalnya, kadar progesteron wanita mengalami perubahan sepanjang siklus menstruasi, Mums. Kadarnya meningkat setelah ovulasi dan terus meningkat jika terjadi kehamilan. Mereka nan kekurangan progesteron saat mengandung sangat berisiko mengalami kehamilan ektopik, keguguran, dan persalinan prematur. Sebelum kehamilan, progesteron membantu rahim bersiap menghadapi kehamilan, sementara saat mengandung progesteron membantu mendukung janin seiring pertumbuhannya

Sumber makanan penguat kandungan alami, adakah?

Untuk meningkatkan kekuatan rahim, dapat juga dilakukan tanpa mengonsumsi obat-obatan, melainkan dengan memerhatikan asupan nutrisi nan mengandung sejumlah unsur gizi nan mendukung produksi progesteron. Berikut beberapa makanan nan mempunyai keahlian untuk meningkatkan kekuatan kandungan, antara lain:

  1. Asam folat misalnya, sayuran hijau, jeruk
  2. Makanan berkalsium seperti susu, keju, sereal
  3. Makan berprotein seperti daging tanpa lemak, telur, daging ayam
  4. Makanan kaya DHA (dapat diperoleh di apotik) dan Vitamin A seperti wortel, hati sapi, udang.
  5. Zinc misalnya daging sapi, kerang, kacang mete, buncis, dan telur.

Referensi:

Clevelandclinic.

Doktersehat.com

Theasianparent.com

fkui.ac.id

Selengkapnya
Sumber Gue Sehat
Gue Sehat