Hari Santri 2023, Ini 7 Pahlawan Nasional Berlatar Belakang Santri

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

https: img.okezone.com content 2023 10 19 337 2904564 hari-santri-2023-ini-7-pahlawan-nasional-berlatar-belakang-santri-2FpFb4cLLE.jpg KH Hasyim Asy'ari. (Foto: NU Online)

SEJUMLAH pahlawan nasional mempunyai latar belakang pendidikan di pesantren. Mereka mendapat banyak pengetahuan di pesantren nan berfaedah untuk mereka mengambil sikap ketika dihadapi perlakuan para kolonialis Indonesia.

Sosok para pahlawan nan berlatar belakang santri itu menarik diulas untuk menyambut Hari Santri 2023 pada 22 Oktober. Tahun ini tema nan diusung adalah "Jihad Santri Jayakan Negeri".

Dikutip dari situs Pemprov Jatim, berikut 7 pahlawan nasional nan pernah menimba pengetahuan di pesantren:

1. K.H. Hasyim Asy'ari

Pahlawan nasional asal Demak, Jawa Tengah ini merupakan seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, dia juga mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang sampai mendapat julukan Hadratus Syeikh.

Sejak mini dia hidup di lingkungan pesantren milik ayahnya.

Dalam perjuangannya bagi bangsa Indonesia, K.H. Hasyim Asy'ari pernah mengeluarkan fatwa jihad melawan kolonialis dan fatwa haram pergi haji andaikan naik kapal milik Belanda.

 BACA JUGA:

2. K.H. Zainal Mustafa

K.H. Zainal Mustofa merupakan tokoh NU asal Tasikmalaya nan menjadi salah satu perwakilan Rais Syuriyah. Ia adalah salah satu ustad nan terang-terangan menentang kolonialis Belanda.

Selama hidupnya, K.H. Zainal Mustafa belajar pengetahuan kepercayaan di empat pondok pesantren, ialah Gunung Pari, Cilenga Leuwisari, Sukaraja Garut, Sukamiskin Bandung, dan Jamanis Rajapolah.

3. K.H. Zainal Arifin

K.H. Zainul Arifin adalah seorang tokoh NU asal Sumatera Utara. Dirinya aktif di NU sejak usia belia.

Dia pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren Karay Sumenep dan Syaikhana K.H. Muhammad Kholil Bangkalan.

Jasanya dalam perjuangan Indonesia ada pada pembentukan pasukan semi militer Hizbullah.

Kemudian, dia menjadi panglimanya. Selain itu, dia pernah menjadi perdana menteri Indonesia, Ketua DPR-GR dan berjasa dalam menjadi personil badan pekerja Komite Nasional Pusat.

4. K.H. Wahid Hasyim

K.H. Wahid Hasyim merupakan seorang putra dari K.H. Hasyim Asy’ari dan juga ayah dari presiden keempat Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid alias dikenal sebagai Gus Dur.

Dia sebelumnya pernah menuntut pengetahuan di pondok Pesantren Siwalan, Panji dan Lirboyo, Kediri.

Dalam perjuangannya untuk Indonesia, K.H. Wahid Hasyim adalah orang nan mencetuskan sila pertama, ialah “Ketuhanan nan Maha Esa”.

Salah satu Sejarawan NU, Abdul Mun’im DZ (2016) mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam menjabarkan Pancasila, Kiai Wahid Hasyim berangkat dari tradisi dan keilmuan pesantren.

Follow Berita Okezone di Google News

Selengkapnya
Sumber Okezone
Okezone