Gubernur Khofifah Tandatangani Kesepakatan Bersama PI 10% WK North Madura II

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

https: img.okezone.com content 2023 11 23 340 2925879 gubernur-khofifah-tandatangani-kesepakatan-bersama-pi-10-wk-north-madura-ii-gjIdlJ8yOT.jpg (Foto: doc. Pemprov Jatim)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani kesepakatan berbareng mengenai penerimaan dan pengelolaan Participating Interest (PI) 10% Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi pada North Madura II, Sepanjang dan Pagerungan Utara serta South East Madura, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (22/11/2023) malam.

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah dengan Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah.

Usai menandatangani kesepakatan berbareng ini, Gubernur Khofifah mengatakan, jika seluruh proses tahapan dapat terlaksana dengan baik, maka dia optimis PI 10% ini bakal bisa meningkatkan pembangunan serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi masing-masing daerah.

Karena menurutnya, ketika seluruh tahapan bisa dilakukan, sampai dengan proses pengalihan PI 10% dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kepada BUMD melangkah lancar, maka bakal bisa mengungkit perekonomian di daerah, khususnya bagi wilayah pengelola PI 10%.

"InsyaAllah ini bakal bisa meneteskan kesejahteraan lebih luas bagi masyarakat. Serta meningkatkan pembangunan wilayah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini sebagai modal pembangunan dan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah tersebut, dan Jawa Timur pada umumnya," tuturnya.

Agar seluruh tahapan tersebut melangkah dengan lancar, Khofifah membujuk kepala wilayah pengelola PI 10% untuk terus melakukan monitoring dan mengikuti perkembangan proses dari setiap tahapan. Karena, prosesnya ke depan cukup panjang sehingga dibutuhkan sinergi untuk mengawalnya.

"Pak Bupati Sampang dan Ibu Wakil Bupati Sumenep kita kudu terus melakukan monitor. Kemudian bersama-sama kita pembaruan keberlanjutan tahap demi tahap," ujarnya.

Khofifah mengatakan, ada sepuluh tahapan nan kudu dilakukan agar PI 10 persen ini betul-betul terealisasikan. Tidak hanya itu, diperlukan waktu cukup lama agar semua proses bisa terlewati.

"Jadi memang kudu saling memonitor, saling bersinergi, dan saling memberikan penguatan agar tahap demi tahap bisa kita lakukan percepatan," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, agar PI 10% bisa menjadi sumber pendapatan daerah, maka dibutuhkan semangat dan optimisme. Pasalnya pengelolaannya juga bakal memberikan pengetahuan dan pengalaman BUMD dalam pengelolaan blok Migas sebagai kontraktor.

"PI ini bisa memberikan tidak hanya sekadar sumber pendapatan wilayah tetapi juga ada transformasi dari managerial skill dan tentu SDM di masing-masing daerah," ujarnya.

Hal ini, kata Khofifah, lantaran pengelolaan PI 10% dapat memberikan faedah gimana prioritas transparansi mengenai info lifting, cadangan, cost di bagian migas. Untuk itu, dia pun berambisi semangat, optimisme dan sinergitas semua pihak terus ditumbuhkan untuk dapat melalui semua tahapan.

"Mudah-mudahan betul-betul bisa kita ikuti seluruh proses dengan baik dan seksama sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masing-masing daerah," ucapnya.

Menurutnya, faedah PI 10% di Jatim sudah dirasakan di beberapa wilayah nan telah terealisasi di Wilayah Kerja (WK) Cepu (PT. Exxon) dan WK Madura Offshore (PT. Santos) telah memberikan kontribusi ke PAD.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Prov Jawa Timur Muhammad Gunawan Saleh melaporkan Jawa Timur sebagai Lumbung Energi Nasional mempunyai potensi persediaan minyak bumi sebesar 719 Million Stock Tank Barrels (MMSTB) dan gas bumi sebesar 3282,7 Billion Standard Cubic Feet (BSCF).

Kemudian Perusahaan Migas (K3S) beraksi sebanyak 28 pada WK Minyak dan Gas Bumi (Migas), adapun status hanya 4 eksplorasi, 16 produksi, dan 8 pengembangan dengan rata-rata produksi minyak bumi s.d. Oktober 2023 sebesar 192.942 Barrel Oil Per Day (BOPD) dan gas bumi sebesar 21.333.763 Million Metric Standard Cubic Feed Day (MMSCFD).

"Jawa Timur saat ini merupakan tempat lumbung daya nasional dan saat ini telah berkontribusi sekitar 650 ribu Barrel Oil per Day (BOPD) alias sebesar 35% dari produksi minyak bumi dan sekitar 560 Million Metric Square Cubic Feet per Day (MMSCFD) alias sebesar 10% produksi gas bumi secara nasional," tuturnya.

Turut datang Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Direktur Operasi Hulu PT MGA Utama, GM PT. Energi Mineral Langgeng, PT Petronas Carigali North Madura II, Komisaris Utama PT Petrogas Jatim Utama, Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama, Direktur PT Petrogas Jatim Utama, Kepala Dinas ESDM Jatim dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Follow Berita Okezone di Google News

Dapatkan buletin up to date dengan semua buletin terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

(Ars)

Selengkapnya
Sumber Okezone
Okezone