Gangguan Tiroid Bisa Memengaruhi Kadar Insulin, Cek Sekarang Juga!

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Gangguan tiroid merupakan suatu kondisi medis dimana hormon tiroid nan diproduksi oleh kelenjar tiroid tubuh kita tidak sesuai dengan kondisi normal alias kebutuhan tubuh. Padahal, kelenjar tiroid merupakan kelenjar krusial dalam tubuh manusia nan berkedudukan dalam mengatur metabolisme dan kesehatan tubuh.

Hormon tiroid sangat diperlukan untuk membantu tubuh menggunakan daya agar tetap hangat, serta membikin otak, jantung, otot dan organ lainnya bekerja sebagaimana mestinya.

Gangguan Tiroid Bisa Dialami Bayi Hingga Orang Dewasa

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, “Gangguan tiroid krusial untuk diperhatikan lantaran jika tidak terdeteksi segera dan mendapatkan penanganan nan tepat, bakal menyebabkan kondisi hipertiroidisme alias hipotirodisme nan dapat berakibat serius pada semua golongan usia.”

Walaupun lebih banyak dialami oleh orang dewasa,  anak-anak dan bayi juga dapat mengalami gangguan tiroid. Pada anak-anak, gangguan paling sering adalah hipotiroid alias kekurangan hormon tiroid.

Kondisi hipotiroid nan didapatkan sejak lahir disebut hipotiroid kongenital alias hipotiroid bawaan. Hipotiroid kongenital nan tidak diobati dapat menimbulkan masalah pada tumbuh kembang anak dan menyebabkan anak mengalami gangguan bicara, gangguan berjalan, hingga keterbelakangan mental.

Pada orang dewasa kondisi hpotiroidisme dapat disebabkan oleh kelainan pada hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelenjar tiroid. Hipotiroidisme menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lebih lambat.

Hipotiroidisme nan terjadi dalam waktu lama dapat berkembang menjadi komplikasi nan menyebabkan penurunan suhu tubuh, kandas jantung, anemia, bahkan koma jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat.

Kebalikan dari hipotiroidisme, kondisi ini terjadi akibat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu tinggi sehingga metabolisme tubuh menjadi lebih sigap dari biasanya. Hipertiroid dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis dan jantung berdebar lebih sigap alias tidak teratur.

Penyakit tiroid juga dapat mempengaruhi kadar insulin. Karena hipertiroidisme meningkatkan metabolisme, insulin dieliminasi lebih sigap sehingga menyebabkan kadar gula darah meningkat. Hal ini dapat meningkatkan akibat glukosuria alias membikin glukosuria lebih susah dikendalikan. Sedangkan hipotiroidisme dapat menyebabkan gula darah rendah.

Deteksi Dini Gangguan Tiroid

Dr. Maxi menambahkan, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya penemuan awal dan pemeriksaan gangguan tiroid pada populasi dewasa nan berisiko tinggi, melakukan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir, dan memastikan pengobatan nan efektif untuk hipertiroid dan hipotiroid di Indonesia.

Hal ini lantaran masalah gangguan tiroid ini tetap sering terabaikan. Diperkirakan sekitar 200 juta orang di seluruh bumi terkena gangguan tiroid dan lebih dari 50% dari penderita gangguan tiroid tidak terdiagnosis. Di Indonesia, berasas info tahun 2022, jumlah penyandang hipotiroid diperkirakan mencapai 12,4 juta orang dengan tingkat penanganan diperkirakan tetap sangat rendah ialah 1,9% Sedangkan jumlah penyandang hipertiroid diperkirakan mencapai 13,2 juta dengan tingkat penanganan nan dipeperkirakan juga sangat rendah, hanya 6,2%.

Ketua Indonesian Thyroid Association Cabang Jakarta Raya (InaTA Jaya), dr. Dicky L. Tahapary, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM mengatakan,masyarakat untuk mewaspadai akibat gangguan tiroid dan tidak perlu takut untuk melakukan skrining, terutama pada populasi dewasa berisiko tinggi. “Sebab, jika tidak didiagnosis dan ditangani sejak dini, bisa mengakibatkan masalah kesehatan serius, apalagi bisa menyebabkan gangguan tiroid dan kesehatan ke anak,” jelasnya.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya skrining gangguan tiroid, PT Merck Tbk bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan InaTA bagian Jakarta melakukan aktivitas talk show Kenali Tiroid Anda (KITA) dan skrining gangguan tiroid cuma-cuma di RSCM Kencana, Jakarta pada 3 Oktober 2023 lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program RAISE Tiroid ini dilakukan untuk mensosialisasikan gangguan tiroid, terutama untuk populasi dewasa berisiko tinggi. Sejak dimulai pada Mei 2023, program RAISE Tiroid telah melakukan training kepada lebih dari 2.600 praktisi kesehatan dan menyediakan pemeriksaan gangguan tiroid untuk lebih dari 19.200 pasien di 59 kota, 12 Provinsi.

Selengkapnya
Sumber Gue Sehat
Gue Sehat