Disporabudpar Akan Dorong Penggunanaan Bahasa Madura di Sekolah

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

MADURANEWS.CO, Sampang– Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berjanji bakal segera membuatkan Peraturan Bupati (Perbup) atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2023 tentang Kebudayaan Lokal dan Kesenian Tradisional.

Perda tersebut merupakan Perda Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, nan telah disahkan pada tanggal 28 Maret 2023 lalu. 

Kepala Disporabudpar Sampang, Marnilem mengatakan, bahwa Perda Kebudayaan Lokal dan Kesenian Tradisional itu sekarang tetap dalam proses verifikasi di biro norma provinsi. Karena menurutnya, kelak jika tetap ada kekeliruan-kekeliruan di perda tersebut, itu bakal di coret oleh biro norma provinsi. Dan ketika verifikasi di biro norma provinsi itu selesai, baru kelak bakal dikirim lagi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang dan bakal diperbanyak. Terutama kelak Disporabudpar menurut dia  nan bakal dikasih perda tersebut.

Lebih lanjut, Setelah perda itu diterima pihaknya dan tidak ada masalah lagi, maka pihaknya bakal segera memproses pembuatan Peraturan Bupatinya, untuk sebagai teknis pelaksanaan.

“Perda itu memang mengatur data-data kesenian daerah, tentang pelestarian budaya, bahasa, benda, dan budaya lainnya nan ada di kabupaten Sampang,” katanya, Sabtu (14/10/2023). 

Ia juga mengungkapkan, bahwa pada beberapa waktu lampau saat dirinya dipanggil DPRD Sampang, Ia mengaku jika dirinya memaparkan untuk pembuatan Kamus bahasa Madura. nan nantinya kamus tersebut bakal diterapkan ditingkat Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Dirinya juga bakal meminta ke disdik, agar dalam satu minggu siswa-siswi itu diajari bahasa Madura. Sedangkan untuk teknisnya menurut Marnilem, itu kelak bakal diatur di dalam perbup nan bakal dibuat oleh pihaknya. Bahwa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama itu wajib memberikan mata pelajaran bahasa Madura.

“Lebih detailnya lagi kelak dijuknisnya Dinas Pendidikan nan memberikan mata pelajaran, dan satuan pelajarannya seperti apa nan bakal diberikan,” tuturnya.

Marnilem juga mengaku jika pihaknya bakal segera melakukan rapat, untuk gimana pengimplementasian dari Perda tersebut. Terutama bahasa wilayah agar bisa dijadikan mata pelajaran di sekolah-sekolah nan ada di Kota Bahari.

Selain itu, menurut Marnilem pada saat pihaknya rapat dengan DPRD nan juga diikuti Dinas Pendidikan, pada saat itu Disdik menyanggupi jika bahasa wilayah itu dijadikan mata pelajaran di Sekolah-sekolah nan ada dibawah naungannya. Karena dari sekian waktu efektif sekolah, ada waktu-waktu nan bisa digunakan untuk diisi pelajaran bahasa daerah.

“Tapi bukan hanya itu, kelak kita mau mengusulkan ke sekolah-sekolah. Makanya perbup ini krusial agar sekolah-sekolah itu bisa memberikan mata pelajaran bahasa Madura,” tukasnya. (san)

Selengkapnya
Sumber Madura News
Madura News