Diminta Mundur dari Ketua KPK, Firli Bahuri Tetap Aktif Berkantor di Gedung Merah Putih

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyebut Ketua KPK Firli Bahuri tetap menjadi ketua lembaga antirasuah meski sudah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi. Bahkan, Firli saat ini tengah berada di Gedung Merah Putih KPK.

"Sampai saat ini Firli tetap berstatus Ketua KPK dan menjalankan tugas seperti biasa. nan berkepentingan juga ikut rapat dan ada di ruang kerjanya," ujar Alex dalam konvensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Alex menyebut, pemberhentian Firli Bahuri dari kedudukan Ketua KPK kudu menunggu surat keputusan dari Presiden Joko Widodo namalain Jokowi. Karena itu, pihaknya tak mau berandai-andai apakah Firli Bahuri nantinya kudu mengundurkan diri alias tidak.

"Kita tidak berandai-andai dan kita juga tidak tahu dan belum tahu ada Keppres dari Presiden," kata Alex.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut Ketua KPK Firli Bahuri belum diberhentikan meski sudah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di Polda Metro Jaya. Alex memastikan Firli Bahuri tetap menjadi ketua KPK.

Atas dasar itu, Alex menyebut berangkaian dengan kasus Firli di Polda Metro Jaya, pihaknya tetap bakal memberikan support hukum.

"Yang jelas Pak Firli tetap sebagai pegawai KPK, jadi tentu saja dalam menjalankan tugas dan kewajibannya nan berkepentingan berkuasa mendapatkan support hukum," ujar Alex dalam bertemu pers di Gedung KPK, Kamis (23/11/2023).

KPK mengaku tak malu ketuanya, Firli Bahuri tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo namalain SYL dan penerimaan gratifikasi.

Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, polisi sekarang menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

KPK Tak Malu Ketuanya Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan dirinya tak malu lantaran asas prasangka tak bersalah dalam kasus Firli Bahuri ini.

"Apakah kami malu? Saya pribadi tidak! Karena apa? Ini belum terbukti, belum terbukti, Pak (Johanis) Tanak, kasus Pak Tanak di Dewas dinyatakan tidak terbukti, itu nan kudu dipegang," ujar Alex dalam bertemu pers di Gedung KPK, Kamis (23/11/2023).

Termasuk soal kasus dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengenai pembocoran arsip investigasi kasus di Kementerian ESDM, Alex menyebut perihal itu tak terbukti.

"Kita juga kudu berpegang pada prinsip prasangka tidak bersalah, itu dulu nan kita pegang," Alex menambahkan.

Alex menyebut, status Firli Bahuri tetap tersangka, belum terpidana dan dinyatakan bersalah. Lagipula, Alex berpatokan pada pernyataan Firli nan kerap mengaku tak menerima suap maupun pemerasan.

"Masyarakat menilai? Masyarakat dasarnya apa? Kan begitu. Tetapkan tersangka? Oke, tetapi, sekali lagi ini baru tahap awal, nanti, tetap ada tahap penuntutan dan pembuktian di persidangan, itu nan teman-teman kudu kawal, monitor, ikuti gimana proses ini melangkah di Polda, tidak berakhir di sini," kata Alex.

Ketua KPK Firli Bahuri Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Penetapan tersangka diumumkan oleh Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak setelah melakukan gelar perkara pada Rabu malam 22 November 2023.

Dia menjelaskan, hasil gelar perkara ditemukan bukti permulaan nan cukup untuk menetapkan Firli Bahuri sebagai tersangka.

"Berdasarkan fakta-fakta pada investigasi maka pada hari Rabu tanggal 22 November 2023 sekira puukul 19.00 WIB telah dilaksanakan gelar perkara dengan hasil ditemukan bukti cukup untuk menetapkan saudata FB selaku ketua KPK RI sebagai tersangka," kata Ade saat konvensi pers, Rabu malam 22 November 2023.

Dalam kasus ini, Firli Bahuri diduga melakukan pemerasan, penerimaan gratifikasi, penerimaan hadiah, janji atas penanganan persoalan norma di Kementerian Pertanian (Kementan).

Atas perbuatannya, tesangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e, Pasal 12 huruf b alias Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perkara Ditangani Subdit V Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya

Perkara ini ditangani Subdit V Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya setelah menerima kejuaraan masyarakat (dumas) pada 12 Agustus 2023.

Saat itu, dilakukan tahapan verifikasi, telaah, dan pengumpulan bahan keterangan, kemudian dibuat laporan info sebagai dasar dilakukannya penyelidikan.

Polda Metro Jaya kemudian mengadakan gelar perkara pada 6 Oktober pada Jumat 2023. Hasil gelar perkara menaikan status pekara dari tahap penyelidikan ke tahap investigasi setelah ditemukan unsur pidana.

Berdasarkan hasil gelar perkara itu, maka dibuat laporan polisi (LP) sebagai dasar investigasi nan dilakukan selain spindik.

Polisi Segera Jadwalkan Pemeriksaan Firli Bahuri sebagai Tersangka

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya segera menjadwalkan pemeriksaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan pemerasaan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, agenda pemeriksaan merupakan rencana tindak lanjut nan bakal dilakukan oleh interogator campuran setelah gelar perkara penetapan tersangka.

"Melakukan pemeriksaan kepada FB selaku ketua KPK RI dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi nan saat ini sedang dilakukan penyidikannya," kata Ade kepada wartawan Kamis (23/11/2023) awal hari.

Ade mengatakan, saksi-saksi bakal kembali dipanggil. Ade menyebut, total ada 91 saksi nan telah diperiksa. Data itu dihitung sejak kasus naik dari tahap penyelidikan ke investigasi pada 9 Oktober 2023

"Rencana tindak lanjutnya juga melakukan pemeriksaan terhadap para saksi," jelas Ade Safri.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6
Liputan6