Dies Natalis UM ke-69, Rektor Paparkan Soal Literasi Cakrawala

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) memperingati dies natalis ke-69. Peringatan ini dihadiri oleh dosen, tendik, dan jejeran ketua UM di graha cakrawala, Rabu, 18 Oktober 2023.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menjelaskan tentang pemahaman literasi cakrawala. Menurutnya, bumi saat ini sudah semakin sigap berubah, uncertain (tidak pasti), complex (kompleks), dan ambiguity (membingungkan) alias (VUCA).

“VUCA sukses memusnahkan beragam kehidupan, terutama industri alias bumi bisnis. Lahan pekerjaan banyak nan musnah (disruption) berganti dengan digitized-invisible-company,” kata Hariyono.

Baca Juga: Diresmikan Gubernur Khofifah, Bus Trans Jatim Koridor III Suhita Rute Mojokerto-Gresik

Semakin banyak entitas nan cemas terhadap dynamic automatic simulation dari AI nan tidak terkontrol, dan disinyalir dapat mengganti peran pekerjaan apapun. Kesadaran atas makna dan tren perubahan dunia, kudu dikuatkan, utamanya lantaran UM sebagai abdi pendidikan.

“Kita maknai pendidikan merupakan entitas organisasi nan diyakini paling representatif dalam proses pewarisan nilai tutur peradaban dari masa lalu, kini, dan untuk masa depan. Tutur-tutur tersebut sejatinya tersimpul secara apik dan bergerak dalam metafora Cakrawala,” sambungnya.

Sementara itu, literasi Cakrawala bagi UM berada dalam kerangka pikir learning university. UM mempunyai dua kegunaan dalam mengemban misi untuk terus beralih bentuk sesuai dengan perkembangan tuntutan kebutuhan stakeholders UM.

“Pertama, orientasi ke dalam (internal) mewujudkan UM sebagai learning organization. Keterlibatan semua unsur di dalam sistem organisasi itu mengedepankan aspirasi, pengembangan kepedulian, dan pengembangan kapabilitas mereka sehingga sistem organisasi universitas dan unsurnya dapat membelajarkan satu sama lain,” ungkap pengajar FIS UM ini.

Baca Juga: Rajut Kebudayaan, Ratusan Warga Bali Kunjungi Candi Singosari

Kedua, lanjut Hariyono, orientasi customer dengan mewujudkan UM sebagai learning resources. UM membuka akses seluas-luasnya sebagai tempat dan rujukan belajar bagi semua lapisan masyarakat.

“Cakrawala, baik metaforis maupun filosofis, mendorong civitas akademik UM untuk menjelajah, mencari pengetahuan, mempertanyakan hal-hal nan belum diketahui, dan mengapresiasi keelokan mendalam nan terkandung dalam ranah ide, kreativitas, penemuan IPTEKS,” ujar Rektor dengan tegas.

 Istimewa)Rektor UM sampaikan soal literasi alam (Foto: Istimewa)

Dilanjutkan Prof Hariyono bahwa dalam kerangka internasionalisasi, mulai tahun 2023 ini, UM menyelenggarakan Kelas Internasional di FPsi, FMIPA, dan FS, dan bakal terus dikembangkan di fakultas lain. Tahun 2023, UM kembali lagi masuk Klaster I Perguruan Tinggi dengan perkembangan terbaik Tingkat Nasional.

Lebih dari itu, tahun ini Universitas Negeri Malang meraih predikat 18 Universitas Terbaik Indonesia menurut THE Asia University Rankings 2023. Upaya mendorong percepatan UM, hingga Oktober Tahun 2023 ini UM sudah berkegiatan dengan 78 mitra Luar Negeri dan 350 mitra nasional dalam corak MoA (PKS) bukan sekedar MoU.

Baca Juga: Sekdes di Sampang Ditetapkan Tersangka Dugaan Pemukulan

“Bahkan dalam konteks Kemitraan berbasis MBKM, UM telah bekerja sama dengan 137 lembaga dalam dan luar negeri. Terakhir, saya sampaikan selamat kepada para 38 orang guru besar dan 15 orang ahli baru,” tutup Prof Hariyono.

Sebagai info aktivitas ini dihadiri oleh Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., selaku Ketua BRIN. Ia menyampaikan mengenai berkah bingkisan demografi nan didominasi generasi muda progresif, terbuka, dan berpikiran maju. Hal itu perlu diambil kesempatan oleh bangsa Indonesia agar semakin maju. (dan/ian)


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Navigasi pos

Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim