Cewek Dianiaya karena Diminta Aborsi, Polres Tanjung Perak Belum Bicara Identitas Pelaku

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Surabaya (beritajatim.com) – Cewek dianiaya lantaran diminta aborsi, polisi belum bicara identitas pelaku. Perlu diketahui, korban berinisial AH dianiaya oleh pacarnya berinisial FA dan dua rekannya berinisial AM dan AB lantaran menolak bertanggungjawab atas janin nan ada di rahim AH.

Janin itu adalah hasil pemerkosaan FA kepada AH pada waktu sebelumnya.

Selain dianiaya, AH juga diancam bakal diperkosa beramai-ramai. Ia juga diancam dibunuh dan dicekoki obat aborsi. Selain itu, dia juga diancam menggunakan senjata tajam. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, polisi tetap enggan untuk membuka identitas terlapor dari kasus ini.

“Belum tahu ya Mas, kita tetap konsentrasi pada saksi nan menyaksikan kejadian itu,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Muhammad Prasetyo ketika dikonfirmasi wartawan.

Sementara info nan dihimpun, pelaku berjumlah 3 orang nan salah satunya adalah kekasih korban nan berinisial FA, sedangkan dua rekannya nan turut terlibat penganiayaan itu berinisial ABD dan AMR. Ketiganya asal Sampang, Madura.

Sebelumnya, Korban nan ditemukan penduduk di kolong Suramadu rupanya sempat dihajar lantaran menolak aborsi sampai perkosaan bersama. Dalam kondisi mengandung 1 bulan, korban mengalami penyiksaan selama berada di dalam mobil dari Surabaya sampai Madura.

Baca Juga: Siswi Surabaya Barat Jadi Korban Perkosaan, Pendampingan Tunggu Data Polda Jatim

AHS (21) mengatakan bahwa awalnya dia bermufakat berjumpa dengan pelaku berinisial FA (18) penduduk Sampang di sebuah tempat di Kenjeran untuk membahas hubungan mereka. AHS nan sebelumnya diperkosa hingga mengandung satu bulan memutuskan untuk pisah dengan FA.

“FA itu malah marah-marah ketika saya putusin. Dan memang menyuruh saya untuk menggugurkan janin nan saya kandung ini,tapi saya tidak mau,” ujar AHS, Selasa (24/10/2023).

Korban nan yatim piatu lantas berjumpa dengan pelaku berbareng dua temannya berinisial AB dan AM. Saat itu, Korban dipaksa masuk mobil Calya nan dikendarai oleh AM. AB berada di bangku samping pengemudi sedangkan FA fan AHS di bangku belakang. Selama di mobil, FA mengintimidasi untuk AHS menggugurkan janin nan dikandung AHS.

“Dia marah lantaran saya ga mau aborsi. Saya malah minumin vitamin biar jabang bayinya kuat. Saya pikir biar saya tanggung jawab atas kesalahan saya,” imbuhnya. (ang/ted)


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Navigasi pos

Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim