Cegah Speech Delay dengan MPASI yang Tepat

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Mums, si mini mengalami speech delay? Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak pasti menjadi kekhawatiran nan besar bagi orang tua. Memasuki usia 1-3 tahun Mums sering merasa cemas jika anak belum lancar berbincang alias belum banyak kosa kata nan keluar dari mulutnya.

Anak dikatakan terlambat bicara andaikan tingkat perkembangan bicara anak di bawah normal nan ditandai dengan ketepatan menggunakan kosa kata. Tapi Mums, perlu diingat ya jika perkembangan ini juga berkarakter bertahap. Tidak semua anak mengalami tahapan nan sama dalam perkembangannya. Keberhasilan anak agar dapat lancar berbincang tidak didapat dengan begitu saja, Mums. Di sini lah stimulasi dibutukan.

Banyak aspek untuk mendukung keahlian bicara anak, antara lain aspek kondisi bentuk dan aspek pengaruh dari lingkungan. Faktor kondisi bentuk berkarakter medis, sedangkan aspek lingkungan merupakan upaya orang tua untuk menstimulasi anak. Salah satunya adalah dengan pemberian MPASI nan tepat.

Saat anak belajar berbincang artinya anak mulai belajar menyampaikan apa nan dirasakannya. Sayang sekali jika orang tua tidak memberikan stimulasi nan tepat untuk mendukung keahlian bicara anak. Padahal saat itu anak sedang butuh sekali untuk didengar dan dimengerti keinginnya, hanya saja tidak tahu gimana caranya. Sehingga membikin anak mudah menangis, orang di sekitarnya tidak tahu apa nan anak inginkan, akhirnya Mums merasa stress.

Mums, lantaran proses berbincang itu menggunakan rongga mulut, maka kita perlu memberikan stimulasi pada rongga mulutnya. Buat Mums nan anaknya tetap di tahap pemberian MPASI, coba lakukan stimulasi aktivitas rongga mulut dengan memberikan MPASI nan tepat. Gunanya untuk mencegah terjadinya speech delay pada anak. Mungkin banyak Mums nan tetap belum tau mengenai faedah MPASI nan satu ini, ya? Mari kita bahas.

Sebelumnya Mums perlu mengingat kembali patokan pemberian MPASI, antara lain :

Usia 6-8 bulan

  • Diberikan bubur dengan tekstur kental, jika diambil meggunakan sendok tidak mudah tumpah. Ini berfaedah untuk memastikan bubur nan ibu berikan padat gizi
  • Porsi nan diberikan sebanyak 2-3 sdm orang dewasa
  • Otot pada rongga mulut mulai bisa menggigit, mengunyah, dan menggerakan rahan. Pada usia tersebut, anak sudah mulai bisa mengunyah makanan dengan mulut tertutup dan menempatkan makanan pada rahang atas dan bawah

Usia 9-11 bulan

  • Diberikan makanan dengan tekstur lebih kasar. Contoh makanan nan dicincang lembut alias disaring kasar, nasi tim (sesuaikan teksturnya)
  • Porsi nan diberikan sebanyak 125 ml
  • Otot rongga mulut mulai bisa menggerakan lidah ke samping dan memutar. Selain itu anak mulai bisa mencakupkan bibir pada pinggir cangkir

Usia 12

  • Diberikan makanan family dengan penyesuaian tekstur
  • Porsi nan diberikan sebanyak 250 ml
  • Otot rongga mulut sudah bisa mengunyah makanan dengan langkah berputar dengan Gerakan rahang nan stabil.

MPASI sangat dianjurkan untuk diberikan secara berjenjang sesuai patokan di atas. Hal ini dikarenakan aktivitas otot rongga mulut pada anak perlu diberikan stimulasi. Jika keahlian aktivitas rongga mulut tidak dilatih, kegunaan bicara pada anak bakal tersendat di kemudian hari. Contohnya saja, anak usia 10 bulan tetap diberikan bubur bayi dengan tekstur kental. Alasannya agar sigap lenyap dan mudah ditelan anak. Padahal pada usia 10 bulan, anak butuh makanan nan teksturnya lebih keras untuk menstimulasi aktivitas otot di dalam rongga mulut. Semakin bagus stimulasi nan diberikan, maka aktivitas otot bakal semakin bagus untuk meningkatkan keahlian bicara pada anak.

Sumber :

  • Hanindita, M. cet.11 2021. Mommyclopedia 567 Fakta tentang MPASI. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Hurlock, Elizabeth. 2013. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Selengkapnya
Sumber Gue Sehat
Gue Sehat