Capaian PAD Pasar TA 2023 Cuma 58 Persen, Ini Kata Diskopindag Sampang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

MADURANEWS.CO, Sampang– Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengaku bahwa Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tahun 2023 tidak mencapai sasaran nan telah ditentukan.

Capaian PAD pasar tahun lampau tercatat hanya 58 persen alias 3,79 miliar. Artinya, capaian tersebut tetap kurang 2,75 miliar untuk mencapai sasaran nan ditentukan, ialah 6,55 miliar. 

Kabid pasar Diskopindag Sampang, Ach Subairi mengatakan, bahwa ada beberapa hambatan dari tidak tercapainya sasaran PAD pasar tahun 2023. Salah satunya ialah, adanya pasar nan diklaim oleh pihak ketiga, ialah pasar Bringkoning. Sehingga penarikan retribusi di pasar tersebut sudah tidak maksimal. Padahal disitu pasar hewannya menurut Subairi targetnya mencapai 300 juta lebih. Sedangkan saat ini pihaknya hanya bisa menarik polowijonya saja nan juga hanya bukan separuh, dan apalagi malah hanya tinggal seperempatnya saja.

“Yang ditarik hanya nan dipinggir-pinggir jalan saja, sehingga pencapaiannya sangat minim,” katanya, Senin (08/01/2024).

Selain daripada pasar nan diklaim pihak ketiga, Subairi menuturkan jika pasar-pasar nan lain di kota Bahari itu sangat sepi. Sehingga pedagang-pedagang itu susah untuk membayar, terutama di pasar Srimangunan.

Subairi juga mengaku jika pihaknya nan ada dilapangan setiap hari melaporkan, jika mereka kebingungan nan mau menagih daripada retribusi. Hal itu dikarenakan pedagang pasar banyak nan tidak mau membayar. Akhirnya nan semestinya bayar empat ribu hanya bayar dua ribu. 

“Tarifnya kan tidak sama, seperti di PKL itu ada nan 2 ribu, nan daging itu 4 ribu, sesuai dengan ukurannya dan dikiospun juga begitu sesuai dengan ukurannya,” tuturnya.

Saat disinggung untuk capaian PAD tahun 2023, Subairi mengungkapkan jika untuk pencapaian PAD pasar tahun 2023 kurang lebih hanya 58 persen dari sasaran nan sebesar 6,55 miliar.

Kemudian sasaran tersebut sekarang dipangkas dengan adanya patokan nan baru. nan mana retribusi Kebersihan dan Ponten itu masuk ke Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Permukiman (DLH Perkim), dan retribusi parkir masuk ke Dinas Perhubungan (Dishub).

“Jadi kita hanya di retribusi pasar saja. Semua pasar nan ada parkirnya itu sudah dikelola oleh Dishub,” tukasnya. (san)

Selengkapnya
Sumber Madura News
Madura News