Bea dan Cukai Pasuruan Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal di Gempol

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Pasuruan (beritajatum.com) – Tim Bea Cukai Pasuruan sukses menggagalkan upaya pengiriman rokok terlarangan di wilayah Pasuruan Raya dengan mengamankan sebuah mobil Isuzu Panther di Jalan Tol Gempol – Pasuruan KM 777. Dalam mobil tersebut, tim sukses menyita 316.800 batang rokok dari 12 merek nan tidak mempunyai pita cukai.

Rokok-rokok ini mempunyai nilai mencapai Rp. 401.504.000, dengan potensi kerugian finansial negara mencapai Rp 277.301.816. Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan, Hatta Wardhana, menjelaskan bahwa penindakan ini dimulai dari info masyarakat nan dilaporkan kepada pihak bea cukai.

“Informasi tersebut dikembangkan oleh unit intelijen kami dan menghasilkan penindakan. Dua orang diamankan, JIE sebagai pengemudi dan RM sebagai kenek,” ungkap Hatta, Kamis (23/11/2023).

Kedua tersangka ini mengakui menerima rokok dari seseorang berinisial MZ di Pamekasan, namun tidak pernah berjumpa langsung dengan MZ alias S, penerima barang. “Pemuatan dan pembongkaran rokok ini dilakukan di letak nan berbeda, mungkin sebagai upaya mengelabui petugas,” tambah Hatta.

Keduanya mengaku telah melakukan pengiriman rokok terlarangan tanpa cukai sebanyak tiga kali dan menerima bayaran sebesar Rp 250.000 setiap kali pengiriman.

Meskipun menyadari bahwa peralatan nan mereka kirimkan adalah ilegal, mereka tetap melakukannya. Keduanya bakal dijerat dengan pasal Pasal 54 Jo. 56 Undang-Undang No 11 tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Hatta menegaskan bahwa pihaknya berbareng tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan bakal terus melakukan investigasi terpadu. “Kami bakal terus mengembangkan kasus ini, termasuk koordinasi dengan bea cukai di Madura alias Situbondo,” urainya.

Dimas Rangga, Kasubsi penuntutan eksekusi dan upaya norma luar biasa, menegaskan bahwa upaya pembongkaran rokok terlarangan kudu menjadi pembelajaran norma bagi pelaku. “Kita bakal terus kejar asetnya, terutama mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tambahnya. (ada/kun)

BACA JUGA: Bea Cukai Pasuruan Bantah Adanya Pabrik Rokok Ilegal


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim