Apa Itu Sedekah Bumi? Berikut Penjelasan dan 3 Lokasi di Surabaya yang Melakukan Ritual Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah tidak asing di telinga tentang istilah infak bumi. Apalagi baru-baru ini salah satu Anggota DPRD Surabaya mengusulkan untuk meningkatkan anggaran ritual infak bumi.

Dia adalah Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP. Khusnul mengusulkan agar anggaran aktivitas infak bumi dinaikkan dengan pertimbangan guna menjaga kearifan dan melestarikan budaya wilayah di Surabaya. Lalu apa sebenarnya infak bumi itu?

Sedekah bumi adalah tradisi upacara budaya nan melambangkan rasa syukur kepada Tuhan nan telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala corak hasil bumi. Upacara ini sebenarnya sangat terkenal di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Baca Juga: Fraksi PDIP Surabaya Usulkan Anggaran Sedekah Bumi Dinaikkan, Ini Alasannya

Pelaksanaan infak bumi biasanya dilakukan pada awal bulan Muharam/Sura, ialah bulan pertama dalam almanak Hijriyah. Upacara ini dapat dilakukan di beragam tempat, seperti perempatan jalan, laman masjid, balai desa, alias tempat terbuka seperti lapangan.

Beberapa ritual nan biasanya dilakukan dalam infak bumi, antara lain:

  • Doa berbareng untuk memohon keselamatan dan keberkahan
  • Menggelar tumpengan alias makanan unik lainnya
  • Membagikan makanan kepada masyarakat
  • Pertunjukan seni dan budaya tradisional

Sedekah bumi tidak hanya merupakan tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan kerukunan antar warga. Selain itu, infak bumi juga dapat menjadi arena promosi budaya lokal.

Baca Juga: Ungkap Kasus Kebakaran Mobil Kiai di Sampang, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Ritual infak bumi ini tidak hanya dilakukan di Surabaya, melainkan juga sangat terkenal dilakukan oleh masyarakat di beragam wilayah di Indonesia, seperti Banyumas Jawa Tengah, Indramayu Jawa Barat, Lombok NTB, dan lain sebagainya.

Sementara itu, di Surabaya sendiri ritual infak bumi ini rutin biasanya digelar di tiga lokasi, ialah di Lidah Wetan, Made, dan Gadel dengan penyelenggaraan ritual nan nyaris sama tapi berbeda.

Sedekah bumi di Lidah Wetan merupakan salah satu seremoni infak bumi terbesar di Surabaya. Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Sura dengan beragam acara, seperti kirab gunungan hasil bumi, pagelaran seni budaya, dan pembagian makanan kepada masyarakat.

Sedekah bumi di Made merupakan tradisi nan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Sura dengan beragam acara, seperti pawai budaya, angan bersama, dan pembagian makanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Avanza Tabrak Truk Box di Ngawi, 3 Warga Sragen Meninggal 

Sedekah bumi di Gadel merupakan tradisi nan digelar oleh masyarakat Kampung Gadel, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes. Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Sura dengan beragam acara, seperti angan bersama, kunjungan kubur, dan pembagian makanan kepada masyarakat.

Selain lokasi-lokasi tersebut, infak bumi juga dapat digelar di tempat-tempat lain, seperti di desa-desa alias di perumahan-perumahan. Lokasi penyelenggaraan infak bumi biasanya ditentukan oleh masyarakat setempat. (ian)


Baca buletin lainnya di Google News alias langsung di laman Indeks


Navigasi pos

Selengkapnya
Sumber Beritajatim
Beritajatim