Apa Itu Carok? Tradisi Menyeramkan yang Memakan Korban Jiwa di Madura

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

JAKARTA - Apa itu Carok? Tradisi menyeramkan nan menyantap korban jiwa di Madura. Pasalnya, Carok merupakan salah satu tradisi unik asal Madura nan begitu lekat dengan kekerasan.

Tradisi ini ditandai dengan pertarungan berdarah menggunakan senjata tajam seperti celurit.

Keberadaan tradisi ini membikin masyarakat Madura lekat dengan imej keras dan temperamental. Tradisi ini, sebenarnya upaya orang Madura memulihkan kehormatan dan nilai dirinya nan telah dicabut pihak lain.

Lantas apa itu Carok? Tradisi menyeramkan nan menyantap korban jiwa di Madura berasas kitab berjudul Manusia Madura pada 2007 mengatakan, masyarakat setempat memegang prinsip: etambang pote mata lebih bagus pote tolang. Artinya, daripada hidup menanggung malu, lebih baik meninggal berkalang tanah.

Pada abad ke-12 era Kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat, dan abad ke-14 di bawah pemerintahan Jokotole, istilah carok tetap belum dipahami. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17, tidak ada istilah Carok.

Pemicu terjadinya Carok bisa banyak hal, dari perebutan kekuasaan, warisan, hingga perselingkuhan. Tradisi ini pertama kali berkembang di Madura pada era pendudukan Belanda, sekitar abad 18.

Follow Berita Okezone di Google News

Dapatkan buletin up to date dengan semua buletin terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone
Okezone